NAWAKSARA.ID
home reading Aplikasi
user
LOGIN Install app Beri masukan Privacy police Hubungi kami Adopsi website
ANDA AKAN LOGOUT ?

sentuh disini

PROFIL
PARTNER
BLOG
PROJEK
PUSTAKA
DOWNLOAD
MERCHANDISE
KONTAK
Introduction

Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Themes

Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |

Around the Web
Supported By :

Intip ruang lain dulu ya !

Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

  1. Home
  2. Blog
  3. Peradaban bangsa nusantara

NAWAKSARA.ID

Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
find me on : nawaksara.id | @nawaksara.id | nawaksara channel

Diakses Pada: 2026-10-17 06:00:46
Sumber : https://nawaksara.id/wiyata/peradaban-bangsa-nusantara/

Peradaban Bangsa Nusantara

10 August 2021 | 426 | By : Nawaksara


MASA BERBURU HINGGA BERCOCOK TANAM

Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari data tentang bangsa Nusantara, pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai penghuni Nusantara di masa Purba mulai dari Pithecantrophus Erectus sampai Homo Sapien dari berbagai ras dan menghasilkan keturunan keturunan baru yang pada masa modern disebut dengan bangsa Melayu.

Peradaban bangsa Nusantara tidak bisa terlepas dari perkembangan peradaban manusia di dunia secara global yaitu dari era Paleolithikum (zaman batu tua), Messolithikum, Neolithikum hingga Megalithikum yang ditandai dengan berakhirnya gaya hidup nomaden pada manusia purba menuju Revolusi pertanian antara 8.000-5.000 SM.

Pada Paleolitik Madya (300.000–30.000 tahun lalu), manusia modern anatomis (Homo sapiens) muncul di benua Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu. Mereka menyebar secara cepat dari Afrika menuju kawasan bebas es di Eropa dan Asia sekitar 60.000 tahun yang lalu dan mencapai Nusantara sekitar 50.000-40.000 tahun lalu.

Mereka mengembangkan bahasa dan repertoar konseptual untuk pemakaman sistematis bagi kerabat yang meninggal dan penghiasan diri bagi yang masih hidup seperti Menhir, Dolmen, Yupa, Sarkofagus, dan Punden berundak. Selama periode ini, umat manusia bekerja sebagai pemburu-pengumpul makanan.

Kehidupan dengan harapan akan keberhasilan dalam perburuan juga melahirkan kepercayaan, atau religi purba. Ekspresi artistik awal dapat ditemukan dalam bentuk lukisan gua dan ukiran yang dibuat dari kayu atau batu. Umumnya manusia purba menggambarkan hewan buruannya atau aktivitas perburuannya. Selain itu, pada umumnya mereka hidup nomadis, kerap berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tergantung jumlah hewan buruan di tempat tinggal mereka. Sebagian dari mereka sudah sampai ke wilayah Papua, Fiji sampai ke Australia.

Gaya hidup nomaden telah berakhir setelah Revolusi Pertanian (antara 8000–5000 SM) yang dimulai dari kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia termasuk di Nusantara, karena sejak masa itu mereka mulai hidup menetap sebagai petani di suatu tempat dan telah mampu membudidayakan tumbuhan di dekat wilayah perairan dengan bercocok tanam sekaligus berternak hewan.

Belum ditemukan catatan tentang era pertanian di Nusantara, namun catatan peradaban dunia menunjukkan bahwa Pada masa 3000 tahun sebelum Masehi, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah, di tepi Sungai Nil, Mesir, dan di lembah Sungai Indus. Selain itu, peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning, apalagi di Nusantara yang tanahnya lebih subur dibanding wilayah lainya di belahan dunia mana pun, jangankan di tepi perairan, di atas gunung pun bisa tumbuh subur pepohonan dan sayuran, bahkan penulis berasumsi bahwa era pertanian di Nusantara telah ada lebih dulu dari pada wilayah lainya yang tercatat dalam Sejarah Peradaban dunia.

Di tempat-tempat perkembangan peradaban kuno, pertumbuhan masyarakat yang semakin kompleks menyebabkan penciptaan aksara untuk mempermudah usaha administrasi dan niaga Seiring dengan perkembangan pertanian, lalu terbentuknya wilayah perkotaan sebagai pusat transaksi pertukaran hasil budidaya antar masyarakat dari berbagai wilayah dengan hasil budidayanya yang berbeda-beda. Dari kota-kota inilah lalu muncul peradaban modern dan pemerintahan sederhana yang bersifat administratif sebagai penyokong kegiatan transaksi dan penyelesaian masalah.

Ditulis ulang dari makalah pada kegiatan Pesantren Ramadhan I Di Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin, Malang, 2015 Bersama K.Ng.H.Agus Sunyoto

Tagar : Sejarah

Nawaksara

Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.

Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.






Font size : 18

PAGE LAYOUT

Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4

DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt

MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt

18 pt

FITUR DIBATASI !

Silakan LOGIN untuk menampilkan fitur berikut :
Terjemah naskah | Bergabung di forum | Menguji project Beta | mengunduh file digital, dll

SENTUH UNTUK LOGIN

Leave a Comment
Cancel

You must be logged in to post a comment.

Categories
  • Ebook
  • Karya
  • Presentasi
  • Sastra
  • Wiyata
Tags
Akhlaq Alquran Aqidah Bahasa Biografi Cacarakan Cinta Fiqih Ghaib Hadits Ibadah Islam Jawa Kasampurnan Kawi Kejawen Keluarga Kristen Majalah Mardikawi Muhammadiyah Nahwu & Sharaf Panji Paramasastra Pegon Pesantren Politik Primbon Puasa Sasmita Sejarah Seni Serat Sosial Sunda Syi'ir Tarekat Tasawuf Tauhid Theosofi Walisongo Wanita Wayang Wicara Wirid & Doa
APLIKASI
Bali Keyboard
Bali Keyboard
Sunda Keyboard
Sunda Keyboard
Makassar Keyboard
Makassar Keyboard
Lonatara Keyboard
Lonatara Keyboard
Batak Keyboard
Batak Keyboard
Kawi Keyboard
Kawi Keyboard
Pegon Keyboard
Pegon Keyboard
Jawa Keyboard
Jawa Keyboard
Aksarecon
Aksarecon
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Peta Aksara
Peta Aksara
profil
4.183.749 VISITOR
Copyright © nawaksara.id 2026

Siaaaap !!!

Btw, tengkiyu ya udah menghubungi Nawaksara, silakan tuliskan ide, saran, atau keperluan kamu disini...


Add To Home Screen

Akses laman nawaksara.id lebih cepat melalui layar utama perangkat anda.

DESKTOP VIEW
Tampil sebagai shortcut

MOBILE VIEW
Tampil sebagai aplikasi

Galeri Nawaksara