NAWAKSARA.ID
home reading Aplikasi
user
LOGIN Install app Beri masukan Privacy police Hubungi kami Adopsi website
ANDA AKAN LOGOUT ?

sentuh disini

PROFIL
PARTNER
BLOG
PROJEK
PUSTAKA
DOWNLOAD
MERCHANDISE
KONTAK
Introduction

Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Themes

Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |

Around the Web
Supported By :

Intip ruang lain dulu ya !

Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

  1. Home
  2. Blog
  3. Sasak jejawan

NAWAKSARA.ID

Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
find me on : nawaksara.id | @nawaksara.id | nawaksara channel

Diakses Pada: 2026-10-17 06:09:20
Sumber : https://nawaksara.id/wiyata/sasak-jejawan/

Mengidentifikasi Aksara Sasak dan Jejawan Lombok

11 May 2022 | 2018 | By : Nawaksara


Ketika pertama kali membaca takepan (kitab lontar) di kampung adat Bayan, hamba merasa ada yang aneh dengan corak aksara yang tersurat pada lontar itu, apakah ini aksara Jawa ? aksara Bali ? atau memang suku Sasak punya aksara sendiri ?

Hari itu, walau dengan deretan tanya yang berkecamuk di kepala, berhasil membaca beberapa baris pada lembar pertama, dan diketahuilah naskah itu berjudul "Serat Monyéh", corak tulisan pada naskah tersebut mirip aksara Bali tetapi lebih lugas tanpa lekukan.

Kemudian hari berikutnya, bergeser ke Narmada, konon ada seorang Pambayun (juru tembang) yang mempunyai naskah kuno, singkat cerita, setelah membuka lontar tersebut, yang ukurannya tidak lebih besar dari genggaman tangan, naskah itu berjudul "Carita Nabi Aparas". Corak tulisannya khas sekali, mirip aksara Jawa, tetapi tanpa gurat kaki depan, dan tidak berliuk seperti Bali.

Pada lain waktu, hamba mendapat kesempatan merawat lontar dari Lombok, setelah berusaha mengidentifikasi, kemungkinan naskah itu berjudul Serat Yusup, karena ada beberapa kalimat yang terbaca menyebut nama Bagénda Yusup, Buyut Macan, Nyai Juléka dan beberapa kalimat yang menuturkan perjalanan Yusup. yang mengherankan, naskah ini cenderung sulit di baca, selain lontarnya rapuh, warnanya buram, corak tulisannya pun sangat tidak familiar, ia lebih mirip tulisan stenograf versi Jawa.

Sekitar 3 tahun ini hamba lebih akrab dengan naskah-naskah Sasak. hikmahnya, dengan membaca naskah Sasak, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi aksara-aksara lain yang serumpun, seperti Jawa, Bali, Rikasara, Cacarakan, Banten atau Palembang.

Jika dilihat dari sejarahnya, hal tersebut sangat wajar, karena aksara yang dibawa ke Lombok pada era dakwah Islam abad ke 15, adalah aksara Peralihan (pasca kawi) yang diadaptasi oleh Wali Songo. Aksara pada era ini merupakan titik mula rekonstruksi bentuk dari aksara Kawi menjadi aksara turunannya.

Di daerah penyebarannya, aksara-aksara ini tidak berkembang signifikan. hanya di wilayah Mataram aksara ini kemudian dimodifikasi menjadi aksara Jawa seperti yang dikenal hari ini, yakni dengan penambahan gurat kaki pada awal huruf, dengan urutan Ha Na Ca Ra Ka dst, serta dilegitimasi dengan mitologi Aji Saka.

Kembali pada judul di atas, akhirnya hamba bisa mengambil kesimpulan, bahwa suku sasak juga mengadopsi aksara turunan Kawi, aksara asli yang berkembang di Sasak disebut aksara Sasak (Mirip Bali). Sedangkan aksara yang mirip stenograf itulah yang disebut aksara Jejawan.

Aksara yang tergurat pada naskah di bawah ini adalah aksara Sasak, naskah ini belum diketahui judulnya, berisi tentang ajaran Tauhid dan Makrifat. Naskah koleksi Nawapustaka yang baru mendarat sore tadi.
Selamat membaca !

Tagar : Jawa

Nawaksara

Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.

Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.






Font size : 18

PAGE LAYOUT

Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4

DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt

MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt

18 pt

FITUR DIBATASI !

Silakan LOGIN untuk menampilkan fitur berikut :
Terjemah naskah | Bergabung di forum | Menguji project Beta | mengunduh file digital, dll

SENTUH UNTUK LOGIN

Leave a Comment
Cancel

You must be logged in to post a comment.

Categories
  • Ebook
  • Karya
  • Presentasi
  • Sastra
  • Wiyata
Tags
Akhlaq Alquran Aqidah Bahasa Biografi Cacarakan Cinta Fiqih Ghaib Hadits Ibadah Islam Jawa Kasampurnan Kawi Kejawen Keluarga Kristen Majalah Mardikawi Muhammadiyah Nahwu & Sharaf Panji Paramasastra Pegon Pesantren Politik Primbon Puasa Sasmita Sejarah Seni Serat Sosial Sunda Syi'ir Tarekat Tasawuf Tauhid Theosofi Walisongo Wanita Wayang Wicara Wirid & Doa
APLIKASI
Bali Keyboard
Bali Keyboard
Sunda Keyboard
Sunda Keyboard
Makassar Keyboard
Makassar Keyboard
Lonatara Keyboard
Lonatara Keyboard
Batak Keyboard
Batak Keyboard
Kawi Keyboard
Kawi Keyboard
Pegon Keyboard
Pegon Keyboard
Jawa Keyboard
Jawa Keyboard
Aksarecon
Aksarecon
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Peta Aksara
Peta Aksara
profil
4.183.875 VISITOR
Copyright © nawaksara.id 2026

Siaaaap !!!

Btw, tengkiyu ya udah menghubungi Nawaksara, silakan tuliskan ide, saran, atau keperluan kamu disini...


Add To Home Screen

Akses laman nawaksara.id lebih cepat melalui layar utama perangkat anda.

DESKTOP VIEW
Tampil sebagai shortcut

MOBILE VIEW
Tampil sebagai aplikasi

Galeri Nawaksara