NAWAKSARA.ID
home reading Aplikasi
user
LOGIN Install app Beri masukan Privacy police Hubungi kami Adopsi website
ANDA AKAN LOGOUT ?

sentuh disini

PROFIL
PARTNER
BLOG
PROJEK
PUSTAKA
DOWNLOAD
MERCHANDISE
KONTAK
Introduction

Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Themes

Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |

Around the Web
Supported By :

Intip ruang lain dulu ya !

Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

  1. Home
  2. Blog
  3. Genealogi tauhid soleh darat

NAWAKSARA.ID

Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
find me on : nawaksara.id | @nawaksara.id | nawaksara channel

Diakses Pada: 2026-10-17 06:07:00
Sumber : https://nawaksara.id/wiyata/genealogi-tauhid-soleh-darat/

Genealogi Ajaran Tauhid Kyai Soleh Darat

25 March 2024 | 994 | By : Nawaksara


Kyai Soleh Darat, seorang ulama besar dan mahaguru di tanah Jawa, tidak hanya dikenal sebagai sosok yang mendalam dalam ilmu agama, tetapi juga sebagai penulis dan terjemahan kitab-kitab penting dalam Islam. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Jauhar At-Tauhid[1], sebuah kitab yang memuat ajaran tentang keimanan dan aqidah sesuai dengan pemahaman Ahlusunnah dan Salafus Shalih. Kitab ini telah menjadi pilar dalam penyebaran ajaran Tauhid di wilayah tersebut.

Ajaran Tauhid yang dipegang teguh oleh Kyai Soleh Darat menjadi pondasi penting bagi para ulama dan pemikir di masa mendatang. Murid-muridnya, yang kemudian juga menjadi tokoh ulama terkenal, seperti Kyai Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, Kyai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, dan R.M.P Sosrokartono, seorang filsuf Jawa yang ahli dalam bidang ketabiban, mewarisi dan melanjutkan ortodoksi ajaran Tauhid tersebut.

Di Nahdlatul Ulama (NU), ajaran Tauhid dari Kyai Soleh Darat terus berkembang melalui karya-karya para ulama NU. Kitab-kita seperti Aqidah Ahlussunnah dan Hujjah Ahlussunnah menjadi sarana untuk menjaga kekonservatifan ajaran ini sesuai dengan tradisi Ahlusunnah.

Namun, Muhammadiyah, organisasi yang mengusung ideologi pembaharuan (Tajdid), memilih pendekatan yang berbeda. Mereka berusaha memperbaharui pemahaman tentang Tauhid dengan mengacu pada pemikiran Muhammad Abduh, seorang ulama dari Mesir yang dikenal sebagai pembaru pemikiran Islam. Konsep Tauhid Muhammad Abduh diangkat dalam kitab Risalah Tauhid dan disarikan ke dalam bahasa dan aksara Jawa oleh S. Hadiwiyata menjadi Ngilmu Tauhid[2]. Kitab ini secara resmi dicetak dan disebarkan di kalangan Muhammadiyah. Corak Tauhid Muhammad Abduh ini kemudian menjadi ciri khas ideologi Muhammadiyah, yang terkenal sebagai gerakan pembaharu dan modern dalam pemikiran Islam di Indonesia.

Melalui karya-karya tulisnya, Kyai Soleh Darat dan pengikut-pengikutnya telah mewariskan warisan ajaran Tauhid yang kuat dan berpengaruh. Ajaran ini telah membentuk dua aliran besar dalam Islam di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama yang mempertahankan tradisi ortodoks, dan Muhammadiyah yang mengusung ide pembaharuan dan modernisasi. Meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya memegang teguh nilai-nilai Tauhid sebagai fondasi yang tak tergantikan dalam agama Islam.

Sebagai generasi berikutnya, kita memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menghormati keragaman dalam pemahaman Islam, serta menghargai peran ulama-ulama besar seperti Kyai Soleh Darat yang telah membawa cahaya ilmu dan ajaran Tauhid kepada masyarakat Indonesia.

  1. Tarjamah Sabīl Al-'abīd 'Alā Jauhar At-Tauhid, Oleh Kyai Soleh Darat, Cetakan Mathbaah Abdullah bin Afif Cirebon.
  2. Ngilmu Taohid Jild I dan II, Oleh S.Hadiwiyata, Cetakan A.B Siti Sjamsijah Solo Tahun 1931.

Tagar : Jawa, Pegon, Pesantren

Nawaksara

Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.

Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.






Font size : 18

PAGE LAYOUT

Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4

DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt

MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt

18 pt

FITUR DIBATASI !

Silakan LOGIN untuk menampilkan fitur berikut :
Terjemah naskah | Bergabung di forum | Menguji project Beta | mengunduh file digital, dll

SENTUH UNTUK LOGIN

Leave a Comment
Cancel

You must be logged in to post a comment.

Categories
  • Ebook
  • Karya
  • Presentasi
  • Sastra
  • Wiyata
Tags
Akhlaq Alquran Aqidah Bahasa Biografi Cacarakan Cinta Fiqih Ghaib Hadits Ibadah Islam Jawa Kasampurnan Kawi Kejawen Keluarga Kristen Majalah Mardikawi Muhammadiyah Nahwu & Sharaf Panji Paramasastra Pegon Pesantren Politik Primbon Puasa Sasmita Sejarah Seni Serat Sosial Sunda Syi'ir Tarekat Tasawuf Tauhid Theosofi Walisongo Wanita Wayang Wicara Wirid & Doa
APLIKASI
Bali Keyboard
Bali Keyboard
Sunda Keyboard
Sunda Keyboard
Makassar Keyboard
Makassar Keyboard
Lonatara Keyboard
Lonatara Keyboard
Batak Keyboard
Batak Keyboard
Kawi Keyboard
Kawi Keyboard
Pegon Keyboard
Pegon Keyboard
Jawa Keyboard
Jawa Keyboard
Aksarecon
Aksarecon
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Peta Aksara
Peta Aksara
profil
4.183.838 VISITOR
Copyright © nawaksara.id 2026

Siaaaap !!!

Btw, tengkiyu ya udah menghubungi Nawaksara, silakan tuliskan ide, saran, atau keperluan kamu disini...


Add To Home Screen

Akses laman nawaksara.id lebih cepat melalui layar utama perangkat anda.

DESKTOP VIEW
Tampil sebagai shortcut

MOBILE VIEW
Tampil sebagai aplikasi

Galeri Nawaksara