Introduction
Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
Themes
Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |
Supported By :
Intip ruang lain dulu ya !
Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

NAWAKSARA.ID
Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.Diakses Pada: 2026-10-17 05:58:05
Sumber : https://nawaksara.id/wiyata/data-bangsa-nusantara/

Data Bangsa Nusantara
10 August 2021 | 383 | By : Nawaksara
DATA GEOGRAFI

Nusantara menurut teori terletak diantara 3 lempeng dunia yang potensial menimbulkan tekanan sangat besar pada lapisan kulit bumi. Hasilnya membentuk hamparan luas yang dikenal sebagai Paparan Benua Sunda yang pada mas purbakala disebut sebagai Swetadwipa atau Lumeria dengan barisan gunung berapi dan pegunungan yang panjang. Pada zaman Glacial Wurm atau Zaman Es akhir (sekitar 500.000 tahun silam) Es dari kutub utara dan kutub selatan mencair sehingga air laut naik menenggelamkan hamparan benua sunda, menyisakan dataran tinggi dan puncak-puncak gunung vulkanis, belakangan sisa-sisa dataran yang tidak tenggelam tersebut dikenal dengan nama Nusantara.
ETNIK PENGHUNI

Dalam kajian antropologi ragawi, bangsa Nusantara memiliki sejarah yang sangat panjang. Mulai dari ditemukanya fosil manusia purba yang disebut Phitecantrophus Erectus oleh Eugene Dobuis disusul dengan temuan Homo Mojokertensis, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis hingga Homo Wajakensis menunjukan rentang waktu antara 1.000.000 sampai 12.000 tahun silam Nusantara telah dihuni manusia. namun menurut Harry Widianto dalam bukunya Mata Rantai Itu Masih Terputus Homo Sapiens yang muncul di bumi sejak 40.000 tahun lalu sangat berbeda dengan Homo Erectus yang hidup antara 300.000-200.000 tahun lalu. Disimpulkan bahwa Homo Sapien bukanlah perkembangan Evolutif dari Homo Erectus.
Menurut data lembaga Eijkman, Homo Erectus yang menghuni Nusantara antara 1.000.000 sampai 100.000 tahun lalau telah punah, yang kemudian menghuni kepulauan Nusantara adalah Homo Erectus (nenek moyang ras Melanesia) yang bermigrasi dari Afrika sekitar 70.000 – 60.000 tahun lalu dan Homo Sapiens asal Asia (nenek moyang ras Austronesia) yang datang sekitar 50.000-40.000 tahun lalu.
|
|
|
Sebagian manusia dari ras Melanesia telah sampai di kepulauan sebelah barat Nusantara seperti irian, Papua, Nugini, sampai Australia, Sebagian lagi masih bertahan di wilayah timur dan berbaur dengan ras baru yaitu Austronesia, Kedua ras tersebut berbaur dalam satu populasi di Nusantara, keturunan campuran dari kedua ras tersebut menghasilkan ras baru yang disebut Melanesia-Austronesia (Mel-Au/Melayu)ras baru inilah yang menghuni wilayah Nusatenggara, Maluku, dan Timur Leste.
Ciri-ciri fisik dari ras campuran ini adalah perpaduan dari kedua ras induknya. – Kulit tidak hitam-tidak kuning – Rambut tidak keriting-tidak lurus – Mata tidak lebar-tidak sipit – Hidung tidak besar-tidak kecilDi sisi lain ras Melanesia juga berbaur dengan ras Australoid (ras campuran dari Austranesia & Mongoloid) dari wilayah China selatan, mereka berbaur dalam satu populasi dan menghasilkan keturunan baru yaitu ras Australo-Melanesia dengan ciri-ciri fisik turunan dari tiga ras indukyna (Austronesia-Mongoloid-melanesia) sehingga ciri khas dari masing2 ras tidak terlalu kuat. ras baru ini menyebar di sebagian besar wilayah Asia tenggara, yang kemudian disebut Ras Proto Melayu / Melayu Kuno.
Beberapa suku di Nusantara sebagai bukti penyebaran ras Proto melayu ini adalah : – suku Bontoc di Igorot Filipina – suku Tayal di Taiwan – suku Toraja di Sulawesi – suku Batak dan Ranau di Sumatra – suku Wajo yang menyebar dari kepulauan Lingga hingga Cebu di Filipina – suku Meo dan Karen di sekitar Burma dan Thailand

Mengikuti perkembangan ras Proto Melayu yaitu ras Deutro Melayu/Melayu Baru yang menyebar di Nusantara, diantara suku-suku yang termasuk ras Deutro Melayu ini adalah Jawa, Madura, Bali, Aceh, Bugis, Minagkabau, dan Sunda
Ciri yang khas dari ras Proto Melayu dan Deutro melayu yang diturunkan dari nenek moyangnya ras Mongoloid adalah tanda bercak berwarna biru/hijau pada punggung Bayi. Bila ada bayi terlahir dengan bercak biru/hijau pada punggungnya itu menandakan bahwa bayi tersebut adalah keturunan ras Mongoloid.
Ditulis ulang dari makalah pada kegiatan Pesantren Ramadhan I Di Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin, Malang, 2015 Bersama K.Ng.H.Agus Sunyoto
Tagar : Sejarah
Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.
Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.
PAGE LAYOUT
Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4
DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt
MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt










Ciri ras Melanesia :
– Kulit hitam
– Rambur keriting
– Mata lebar
– Hidung besar
Ciri ras Austronesia :
– Kulit kuning
– Rambur lurus
– Mata sipit
– Hidung kecil