NAWAKSARA.ID
home reading Aplikasi
user
LOGIN Install app Beri masukan Privacy police Hubungi kami Adopsi website
ANDA AKAN LOGOUT ?

sentuh disini

PROFIL
PARTNER
BLOG
PROJEK
PUSTAKA
DOWNLOAD
MERCHANDISE
KONTAK
Introduction

Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Themes

Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |

Around the Web
Supported By :

Intip ruang lain dulu ya !

Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

  1. Home
  2. Blog
  3. Abu nawas angajawi

NAWAKSARA.ID

Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
find me on : nawaksara.id | @nawaksara.id | nawaksara channel

Diakses Pada: 2026-10-17 06:07:00
Sumber : https://nawaksara.id/wiyata/abu-nawas-angajawi/

Kisah Abu Nawas Versi Aksara Jawa

16 May 2022 | 1734 | By : Nawaksara


Abu Nawas: Penyair Bijak di Balik Kisah Seribu Satu Malam

Kisah seribu satu malam, atau lebih dikenal dengan nama Hezār 'o yek syab, bukanlah sekadar cerita romantis antara Syahrazad dan Syahriar. Di balik kerumitan plot yang menakjubkan, terdapat satu sosok yang mungkin lebih akrab di telinga Anda daripada kedua tokoh utama tersebut. Sosok itu adalah Abu Ali Hasan bin Hani Al-Hakami, yang dikenal dengan julukan Abu Nawas.

Abu Nawas bukanlah sembarang penyair; dia adalah seorang bijak nan jenaka yang kecerdasannya mencuat dalam setiap kata-kata yang ia tulis. Nama Abu Nawas telah mengisi ruang-ruang sastra dari Persia hingga ke tanah Jawa, membuatnya menjadi salah satu tokoh sastra terkenal di dunia Islam. Karyanya melintasi berbagai genre, dari drama komedi-religi hingga syair-syair doa yang menghiasi toa mushola dan langgar tua di desa-desa.

Salah satu karyanya yang paling mencolok adalah "Syair i'thiraf" atau "Ilahilas," sebuah bait doa yang dirangkai dengan sangat diplomatis namun tetap lugas. Bait-bait ini menggambarkan kerendahan hati dan keikhlasan, sifat-sifat yang menjadi ciri khas Abu Nawas. Bait-bait doa ini sering kali diucapkan sebagai bentuk introspeksi diri, mengajak pembaca untuk merenungkan makna dalam kehidupan.

Dalam sastra Jawa, Abu Nawas juga bukanlah sosok yang asing. Ia tidak hanya dijadikan sebagai nama tokoh dalam sebuah karya, tetapi bahkan menjadi judul dari karya-karya itu sendiri. Salah satu buku terkenal berjudul "Abu Nawas" ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa, dengan ilustrasi karakter Abu Nawas yang mengingatkan pada seorang badut. Meskipun terkesan ringan, karya-karya seperti ini mengandung pesan mendalam yang menginspirasi pembaca untuk memikirkan nilai-nilai akhlaq, kecerdikan, dan kegigihan dalam menghadapi persoalan hidup.

Kisah Abu Nawas adalah cerminan dari kisah kehidupan yang penuh warna. Ia tidak hanya menghibur dengan kejenakaannya, tetapi juga memberikan pelajaran tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan bijak. Kecerdasannya dalam berbicara dan menulis menginspirasi banyak orang dari berbagai budaya dan latar belakang.

Karya-karya Abu Nawas tetap relevan hingga hari ini. Mereka mengajarkan kita bahwa humor dan kebijaksanaan bisa bersatu dalam kata-kata yang sederhana, dan bahwa kita semua memiliki potensi untuk menjadi penyair dalam kehidupan kita sendiri, merangkai kata-kata yang mempesona dalam menghadapi setiap tantangan yang datang. Sebagai warisan sastra Islam yang berharga, kisah Abu Nawas tetap menginspirasi dan memberikan pelajaran tentang kehidupan yang bermakna.

Dalam mengapresiasi kebijaksanaan Abu Nawas, kita dapat belajar untuk merangkai kata-kata dengan bijak, mengekspresikan ide-ide dengan humor, dan menjalani hidup dengan semangat kegigihan. Abu Nawas adalah sosok yang tidak hanya hidup dalam kisah seribu satu malam, tetapi juga dalam hati dan pikiran kita, memberikan inspirasi abadi bagi mereka yang mencari kebijaksanaan dalam kata-kata dan tindakan mereka.

إلهي لست للفردوس أهلا ولا أقوى على النار الجحيم فهب لي توبة واغفر ذنوبي فإنك غافر الذنب العظيم

Alfātihah...

  1. Hafez, Saber. (2018). Abu Nawas: The Boisterous Poet. Al-Faisal University, Riyadh, Saudi Arabia.
  2. Al-Saqr, Abdulaziz. (2017). Abu Nawas: The Master of Arabic Poetry. Journal of Arabic Literature, 48(2), 225-243.
  3. Darmadi, D. (2005). Karya Seni Rupa Dalam Kreativitas Sastra Jawa. Humanika, 6(1), 20-30.

Tagar : Jawa

Nawaksara

Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.

Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.






Font size : 18

PAGE LAYOUT

Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4

DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt

MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt

18 pt

FITUR DIBATASI !

Silakan LOGIN untuk menampilkan fitur berikut :
Terjemah naskah | Bergabung di forum | Menguji project Beta | mengunduh file digital, dll

SENTUH UNTUK LOGIN

Leave a Comment
Cancel

You must be logged in to post a comment.

Categories
  • Ebook
  • Karya
  • Presentasi
  • Sastra
  • Wiyata
Tags
Akhlaq Alquran Aqidah Bahasa Biografi Cacarakan Cinta Fiqih Ghaib Hadits Ibadah Islam Jawa Kasampurnan Kawi Kejawen Keluarga Kristen Majalah Mardikawi Muhammadiyah Nahwu & Sharaf Panji Paramasastra Pegon Pesantren Politik Primbon Puasa Sasmita Sejarah Seni Serat Sosial Sunda Syi'ir Tarekat Tasawuf Tauhid Theosofi Walisongo Wanita Wayang Wicara Wirid & Doa
APLIKASI
Bali Keyboard
Bali Keyboard
Sunda Keyboard
Sunda Keyboard
Makassar Keyboard
Makassar Keyboard
Lonatara Keyboard
Lonatara Keyboard
Batak Keyboard
Batak Keyboard
Kawi Keyboard
Kawi Keyboard
Pegon Keyboard
Pegon Keyboard
Jawa Keyboard
Jawa Keyboard
Aksarecon
Aksarecon
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Peta Aksara
Peta Aksara
profil
4.183.837 VISITOR
Copyright © nawaksara.id 2026

Siaaaap !!!

Btw, tengkiyu ya udah menghubungi Nawaksara, silakan tuliskan ide, saran, atau keperluan kamu disini...


Add To Home Screen

Akses laman nawaksara.id lebih cepat melalui layar utama perangkat anda.

DESKTOP VIEW
Tampil sebagai shortcut

MOBILE VIEW
Tampil sebagai aplikasi

Galeri Nawaksara