NAWAKSARA.ID
home reading Aplikasi
user
LOGIN Install app Beri masukan Privacy police Hubungi kami Adopsi website
ANDA AKAN LOGOUT ?

sentuh disini

PROFIL
PARTNER
BLOG
PROJEK
PUSTAKA
DOWNLOAD
MERCHANDISE
KONTAK
Introduction

Nawaksara is a collection of personal works related to culture, history, arts, and literature which were produced for the purpose of dedication and knowledge development.

Themes

Nusantara | Budaya | Tradisi | Sejarah | Seni | Sastra | Bahasa | Aksara | Manuskrip | Filsafat | Sofistik | Agama | Mistik | Kebatinan | Teknologi Informasi | Digitalisasi |

Around the Web
Supported By :

Intip ruang lain dulu ya !

Mimin masih mencari inspirasi
untuk mengisi konten di bagian sini
kalo ada ide, hubungi mimin pake tombol di bawah

  1. Home
  2. Blog
  3. Berpihak pada budaya bangsa

NAWAKSARA.ID

Collection of personal works were produced for the purpose of dedication and knowledge development.
find me on : nawaksara.id | @nawaksara.id | nawaksara channel

Diakses Pada: 2026-10-17 05:20:16
Sumber : https://nawaksara.id/karya/berpihak-pada-budaya-bangsa/

Berpihak Pada Budaya Bangsa

3 January 2022 | 658 | By : Nawaksara


Gemuruh semangatnya seperti tak pernah padam, di usianya yang lebih dari 60 tahun ia masih bersuara lantang membakar jiwa bangsa Indonesia untuk bangkit dan percaya diri. Dialah Soekarno, sang proklamator yang sedang berapi-api menyampaikan amanatnya dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia pada tahun 1966. Amanat penting yang hendak disampaikan Soekarno dalam Pidato terakhirnya itu adalah semboyan JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

. . .

Era globalisasi telah membawa perubahan zaman yang begitu cepat, hampir seluruh aspek kehidupan manusia didominasi oleh tuntutan-tuntutan kemajuan zaman, perkembangan teknologi dan arus informasi yang tidak terbendung memudahkan masuknya budaya luar yang dianggap sebagai tolak ukur modernitas dan trandsetter dalam berbagai segi kehidupan. Namun keadaan tersebut tidak lantas membuat kita harus move on begitu saja dari akar tradisi dan kebudayaan kita, karena keduanya adalah modal utama sebagai Identitas suatu bangsa jika ingin bersaing di tengah arus globalisasi.

Isu tentang generasi muda yang lebih tertarik mengikuti budaya luar daripada nguri-nguri budaya lokal, tidak lagi menjadi isu yang sepenuhnya relevan untuk diperbincangkan pada saat ini, karna faktanya, gaya hidup generasi millenial yang lahir di atas tahun 2000 yang sering disebut dengan generasi-Z di kota-kota besar justru lebih tertarik untuk mengangkat kembali khazanah kebudayaan lokal, pola pergaulan yang cenderung mengikuti trandsetter dianggap sebagai gaya mainstream yang kontra-produktif dan hanya ikut-ikutan saja, sedangkan generasi muda mempunyai kecenderungan untuk selalu tampil beda.

Fakta di atas bisa kita lihat di kota-kota besar di mana anak muda lebih senang tampil menggunakan aksesoris budaya lokal seperti memakai pakaian jarik Jawa, pangsi sunda, tas anyam papua, atau menggunakan ikat kepala seperti udeng bali, totopong sunda, blangkon jawa dan yang lainnya. Sedangkan gaya rambut punk, mohawk, emo yang pernah menjadi trandsetter pada zamannya kini dianggap kuno atau ketinggalan zaman.

Salah satu sikap Generasi-Z yang perlu diapresiasi adalah rasa keingintahuannya yang tinggi, senang berdiskusi membicarakan ilmu pengetahuan atau fenomena budaya yang ada di tengah masyarakat, di antara mereka ada yang berinisiatif membentuk kelompok kecil atau sebuah komunitas untuk membincang masalah kebudayaan, serta berperan aktif mempromosikannya dalam bentuk yang lebih modern melalui konten-konten digital yang diunggah melalui komunitas internet.

Walaupun beritanya belum banyak dikabarkan di media massa, generasi millenial telah banyak membuat inovasi dalam mengangkat khazanah budaya lokal melalui perangkat teknologi modern yang canggih, misalnya pelestarian Aksara Nusantara di ranah digital berbasis program komputer atau aplikasi mobile, membuat gambar-gambar vector dengan image-programming untuk desain kaos bergaya modern dari ikon-ikon lokal seperti tokoh pewayangan atau corak seni rupa tradisi lokal, Bahkan sudah banyak band Indie yang mengkolaborasikan alat musik tradisional dengan alat musik elektro dengan mengambil lirik lagu dari petuah-petuah leluhur yang terdapat dalam naskah kuno.

Tidak heran jika sosok seperti Cak Nun, Sujiwo Tejo atau Jogja Hip-Hop Foundation yang giat dalam melestarikan kebudayaan lokal dengan gaya kekinian begitu digemari dan dicintai oleh generasi Millenial, realitas yang kita saksikan saat ini sudah cukup jelas di mana lagu-lagu dengan lirik bahasa lokal menjadi lagu yang populer dan digemari masyarakat.

Walaupun paradigma kebangkitan Budaya Nusantara masih dalam lingkup kecil dan masih berkutat pada simbol-simbol belaka, setidaknya hal tersebut merupakan pemantik bagi generasi berikutnya untuk lebih memperkuat serta memperdalam khazanah kebudayaan nasional secara utuh dan hakiki.

===== Lamongan, 2016

Tagar : Sosial

Nawaksara

Turut andil menjaga warisan budaya Nusantara.

Suka dengan konten Nawaksara.id ? Kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kopi atau bagikan konten ini di media sosial.






Font size : 18

PAGE LAYOUT

Atur halaman untuk mendapatkan hasil cetak atau file yang baik dan nyaman dibaca. Secara default file akan tercetak dengan ukuran A4

DESKTOP VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 12-18 pt

MOBILE VIEW
Ukuran font yang direkomendasikan 18-25 pt

18 pt

FITUR DIBATASI !

Silakan LOGIN untuk menampilkan fitur berikut :
Terjemah naskah | Bergabung di forum | Menguji project Beta | mengunduh file digital, dll

SENTUH UNTUK LOGIN

Leave a Comment
Cancel

You must be logged in to post a comment.

Categories
  • Ebook
  • Karya
  • Presentasi
  • Sastra
  • Wiyata
Tags
Akhlaq Alquran Aqidah Bahasa Biografi Cacarakan Cinta Fiqih Ghaib Hadits Ibadah Islam Jawa Kasampurnan Kawi Kejawen Keluarga Kristen Majalah Mardikawi Muhammadiyah Nahwu & Sharaf Panji Paramasastra Pegon Pesantren Politik Primbon Puasa Sasmita Sejarah Seni Serat Sosial Sunda Syi'ir Tarekat Tasawuf Tauhid Theosofi Walisongo Wanita Wayang Wicara Wirid & Doa
APLIKASI
Bali Keyboard
Bali Keyboard
Sunda Keyboard
Sunda Keyboard
Makassar Keyboard
Makassar Keyboard
Lonatara Keyboard
Lonatara Keyboard
Batak Keyboard
Batak Keyboard
Kawi Keyboard
Kawi Keyboard
Pegon Keyboard
Pegon Keyboard
Jawa Keyboard
Jawa Keyboard
Aksarecon
Aksarecon
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Kamus Indonesia – Huruf Arab
Peta Aksara
Peta Aksara
profil
4.183.599 VISITOR
Copyright © nawaksara.id 2026

Siaaaap !!!

Btw, tengkiyu ya udah menghubungi Nawaksara, silakan tuliskan ide, saran, atau keperluan kamu disini...


Add To Home Screen

Akses laman nawaksara.id lebih cepat melalui layar utama perangkat anda.

DESKTOP VIEW
Tampil sebagai shortcut

MOBILE VIEW
Tampil sebagai aplikasi

Galeri Nawaksara